NGURI-URI BUDAYA WARISAN NENEK MOYANG ” DAWUHAN “

Kepala Desa Lemahbang Mengajak Warga untuk selalu Guyub Rukun dan Menjaga serta melestarikan Budaya Warisan Nenek Moyang

lemahbang.desa.id News – LEMAHBANG.   Warga masyarakat Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Kabupaten Wonogiri  melakukan tradisi jawa berupa kegiatan Dawuhan yang dilaksanakan di Hulu Saluran Induk ( Dam Kuniran ) Dusun Sambeng Desa Lemahbang pada hari Jum’at Wage tanggal 20 Desember 2019.

Warga sangat Antusias Mengikuti kegiatan Dawuhan

Kegiatan ini diikuti oleh warga Desa Lemahbang yang memiliki lahan persawahan yang dialiri oleh saluran yang induknya dari dam Kuniran, acara di Pandu oleh Bp. Misni selaku Sobak ( Penanggung Jawab pembagi air ). Hadir dalam acara Dawuhan tersebut Bp. Sugito,S.Sos selaku Kepala Desa Lemahbang, Sekretaris Desa Lemahbang, Sugito,S.Sos dan Tokoh-tokoh masyarakat.

Warga Membagi Panggang yang sudah dikumpulkan

Dawuhan adalah salah satu budaya Jawa warisan dari para leluhur yang masih tetap di jaga oleh seluruh warga masyarakat Desa Lemahbang khususnya dan mayarakat Jawa Tengah pada Umumnya. Dawuhan juga merupakan  bentuk rasa syukur warga Kepada Alloh SWT atas limpahan rahmat, rejeki berupa sumber air yang selalu mengalir yang di sebut dengan Dawuhan.

Dalam sambutannya Kepala Desa Lemahbang berharap Tradisi warisan Nenek moyang ini untuk slalu dijaga, jangan sampai menganggap kegiatan ini musrik / bid’ah, karena Dawuhan yang kita laksanakan ini semata-mata untuk syukuran / ungkapan syukur kepada Alloh SWT atas Karunia Air yang melimpah untuk kebutuhan Pertanian, beliau juga menganggap kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi para petani pengguna Air.“Kita harus selalu menjaga budaya dan adat istiadat yang masih berjalan di Desa Lemahbang, karena ini adalah bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT atas nikmat yang selalu dilimpahkan kepada kita semua dan hal ini wajib kita uri-uri dan lestarikan, jangan dianggap Bid’ah, ini adalah salah satu sarana untuk silaturahmi para petani, membahas terkait menjaga dan memelihara saluran supaya dapat berfungsi dengan baik untuk mengairi lahan pertanian kita”, tutur Kepala Desa Lemahbang.

Makan Bersama di Dam Kuniran

Acara Dawuhan ditutup dengan do’a bersama dan dilanjutkan makan bersama seluruh masyarakat terkhusus pemilik lahan pertanian yang dialiri dari Dam Induk. Dan acara ini digelar serentak di wilayah Dam yang ada di Desa Lemahbang. (Sugito,S.Sos)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan